Sabtu, 07 Januari 2012

Bukan





bukan.
ini bukan tentang waktu.
ia berjalan semaunya sendiri
tak perlu aku.

ini tentang perasaanku yang tak tentu
ia berjalan semaunya sendiri
seperti bukan aku.

Kerinduan Terpendam


Dalam malam yg dingin..
Ku tatap dinding nan sepi..
Pilu menggema dalam hati..
Terjerumus dalam belaian mati yang muali mengajakku pergi..

Badan terasa kaku karena memikirkanmu..
Mulut tak dapat bicara jiwa-jiwa bersama dengan doa ku..
Agar kembali semula hati dan pikiran bersatu..
Tuk slalu ingat dirinya dalam pikiranku..

Ku jalani walau terasa sakit..
Walau dada ini terasa menghimpit..
Tak dapat memeluk tuk hilangkan rasa rindu..
Tak dapat mencium karena bukan milikku..

Kerinduan dan cinta ku pendam..
Perlahan mulai kelam..
Kepedihan slalu membara dihati..
Sampai kapn ku tahan rasa ini..
Sukar sekali rasanya terucap…
Hanya sehelai kertas segalanya ku curahkan..
Untuk sebuah ungkapan yang tak tersampaikan..
Senang sedih dan luka dihati..
Karena cintamu, aku sangat berarti

Kamu


mrindukanmu
ketika aku tahu kau tlah jauh berlalu
aku mencari bayanganmu
ketika malam tak lagi menampakkan wajahmu
aku memanggil namamu
diantara gelapnya hutan tak berlampu
kais,
dimanakah dirimu?
dimana kau sembunyikan wajahmu?
aku rindu…

Jumat, 06 Januari 2012

Hidup ini seperti sebuah buku...



Hidup ini seperti sebuah buku...
cover depan adalah tanggal lahir dan cover belakang merupakan tanggal kematian...
setiap kertas berarti tulisan, dan setiap tulisan berarti pengalaman..
ada bahasa yang kejam, ada pula bahasa yang cantik...

pemandangan yang dilukiskan didalamnya adalah puisi... tentang cinta, tentang kasih, tentang keadilan.... sedangkan coretan dan goresan kasarnya adalah pengkhianatan, kekejaman, dan kematian orang-orang yang kita cintai...

bila kita melihat halaman yang telah kita tulis, kadang kita tertawa... kadang kita tersenyum...
tetapi ada kalanya halaman dibelakang merupakan tulisan kematian, kesedihan, kekecewaan....

tapi ketahuilah bahwa selalu ada halaman yang putih dan bersih untuk kita tulis selanjutnya... bahwa ketika kita sampai pada halaman terakhir, kita akan melihat ke belakang dan berkata "aku telah menyelesaikan bukuku dengan sempurna"

Dear WO AI NI.....


Dear kamu,
Aku bisa tertawa hari ini,
dan aku bisa bersenang2 bersama mereka,
tanpa kamu ternyata aku masih terus hidup,
dan hatiku tak selalu menangis karena perihnya luka.

Aku masih tersenyum saat ini,
masih mengerjakan semua yang harus ku kerjakan,
masih menikmati indahnya masa muda.
Mungkin hatiku mulai sembuh secara perlahan.

Tapi tanpa kamu semua terasa berbeda,
ada kekosongan yang tak dapat ku jelaskan,
seperti aku berjalan sendirian di hidupku,
bahagiaku terasa hambar...

Aku kangen kamu,sayang.
Tapi bilang kangen pun aku tak mampu sekarang,
aku takut kamu tak lagi kangen sama aku
aku takut untuk tahu bila rasa sayangmu sekarang sudah tak lagi ada

Biar dalam diam aku sayang kamu,
tak akan lagi berusaha membuatmu kembali,
tak mau memaksamu lagi,
tak mau membuatmu bersedih lagi..

Kamis, 05 Januari 2012

Selamat Tinggal




kau tau aku selalu berbaring dalam mimpimu

aku lelah dengan semua ini...

sadarlah kau, agar aku tak terlarut

izinkan hati ini melepas dirimu sepenuhnya



aku tau sungguh sempurna dirimu

sampai-sampai kau membuatku luka

dalam sekali kurasakan sampai saat ini belum usai

derita yang kau lekatkan di atas manis-manis asa



sadar diri ini dengan keadaan

namun tak mampu jiwa ini bangkit

ah, lelah trus terulang di jalan hati ini

sakit...dan selalu sakit...



kupikir ini adalah indah dalam genggaman

dalam asa yang selalu hina

dalam hubungan yang salah

dan dalam keadaan yang sangat bertentangan            
                        

Ini cuma tulisan tangan biasa saja..!!



kini kisah itu telah usai..

kisah indah yang di awali dengan kebahagiaan..
senyum dan canda tawa dirimu selalu menghiasi hari-hariku..
kini semua itu menjadi sebuah memory indah dalam ingatanku..

kini aku sendiri..
saat ini aku belajar melupakanmu dan kenanganku terhadapmu..
aku tau itu sulit untukku..!!!
tak semudah seperti manusia membalikan telapak tangannya..
dan tak semudah aku mebuang sisa makanan ku ke tanah..

kini kau telah jauh dari kehidupanku..
inginku mencari penggantimu untuk hatiku..
namun aku tak mampu menggantikanmu dihatiku..

sudah lama air mata ini tak menetes..
kini air mata itu mengalir dan membasahi pipiku..
membasahi hatiku dan kenanganku..

meski kini kau telah jauh dariku..
kau tetap salah seorang kekasih terbaik dalam hidupku..

dahulu kau begitu nyata untukku..
saat ini kau menjadi bayang-bayang semu yang menghiasi lamunku..